Gambar suasana pemungutan suara dalam Pilkades
Sudah
menjadi hal yang wajar dan lumrah pada
setiap diadakan Pilkades, diri para calon Kades akan mendapat sorotan dari
masyarakat tentang visi misi, pokok-pokok pikiran dan pandangannya dalam
menjalankan pemerintahan desa nanti, bahkan yang lebih tajam lagi sampai
menyoroti bibit, bobot, bebet, asal-usul, keluarga besarnya, rekam jejak dan
tingkah lakunya, serta macam-macam hal lainnya. Uniknya warga desa itu mempertanyakan
hal tersebut kepada teman lainnya dan temannya itu menjawabnya dengan jawaban
yang tak akurat dan simpang siur karena mereka memang tak memahami hal yang
sebenarnya, dan biasanya jawaban cenderung bernada negative / menyesatkan,
tentu ini akan merugikan si calon yang di gunem,
namun banyak juga yang memberi jawaban yang baik meskipun tidak tepat benar.
Kiranya hal ini sah-sah saja sepanjang dilakukan secara wajar, tidak membangun
fitnah dan murni dilakukan warga masyarakat dalsam rangka mencari pilihan terbaik, karena memang merekalah yang berhak
menilai dan mereka juga yang berhak menentukan pilihannya. Demikian gunjingan
masyarakat dalam nyatur para calon
Kades dan keluarganya. Para calon Kades harus siap dijadikan bahan pembicaraan dirasani kadang juga mendapat cemooh
yang tak mengenakkan, pendek kata bagi seorang calon Kepala Desa harus tabah
dan jembar dadane menerima semua ini.
Untuk
mendapatkan jawaban akurat, yang paling mengetahui jawaban dari pertanyaan
masyarakat itu adalah calon Kades yang bersangkutan sendiri. Namun tidaklah
mungkin seorang calon Kades akan menjelaskan kepada masyarakat secara lesan
satu persatu. Sebagai solusi untuk memecahkan persoalan ini, maka sebaiknya calon kades itu menerbitkan buku tanya jawab cerdas yang berisi perrtanyaan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat guna memberikan jawaban atas pertanyaan dimaksud langsung
dari sumbernya. Pertanyaan sengaja diambil dari rumor yang berkembang di
masyarakat, disaring dan diambil inti sarinya. Selanjutnya diberi
jawaban yang sebenarnya tentang visi misi , juga pokok-pokok
pikiran tentang pandangan ke depan pembangunan desa, termasuk masalah
pribadi dan keluarga, dengan demikian masyarakat menjadi jelas dan
gamblang cetho welo-welo tentang potensi
diri dan keluarga calon Kades, keuntungan ganda dari pembuatan buku nanti adalah : jawaban lebih akurat langsung dari sumbernya, kalimat jawaban dapat dipilih dan ditata dengan cermat sehingga dapat mencegah adanya blunder yng merugikan, sipenjawab pertanyaan tidak harus berhadapan langsung satu persatu dengan penanya, buku itu bisa dibaca setiap saat, dapat diulang-ulang dalam membacanya sehingga konstituen mendapat pencerahan jawab yang benar-benar akurat dari yang bersangkutan tidak dari kata orang lain, sehingga dalam memilih calon Kades masyarakat tidak seperti memilih kucing dalam karung.
Demikian kiranya hal ini bisa dijadikan salah satu solusi bagi calon Kades dalam mengatasi berkembangnya pergunjingan masyarakat kearah hoax seputar Pilkades, sehingga pertanyaan
masyarakat Desa mendapat pencerahan tentang potensi diri dari calon Kades, dan diharapkan dapat merobah image dari negatif menjadi positif.
Terima
kasih.

suatu pemikiran yang bagus, ada baiknya dipedomani
BalasHapus